KisahNabi Daud 'alaihissalam Oleh DR. Firanda Andirja, Lc. MA. Pada kesempatan kali ini, dengan izin dan karunia Allahﷻ kita akan membahas sejarah dari salah seorang hamba yang sangat mulia, yaitu Nabi Daud 'alaihissalam. Allahﷻ mengulang-ulang kisahnya di dalam beberapa surah. Di akhir pembahasan kita akan menyebutkan bagaimana pandangan orang-orang Nasrani dan Yahudi dalam Akantetapi mereka menolak beriman kepada Allah dan tetap memilih menyembah patung dan berhala. Mereka lebih memilih kekafiran dan kesesatan daripada keimanan dan petunjuk, mereka mendustakan Nabi Yunus 'alaihissalam, mengolok-olok dan menghinanya. Maka Nabi Yunus pun marah kepada kaumnya dan tidak berharap lagi terhadap keimanan mereka. NabiIbrahim 'alaihissalam ingin sekali memiliki keturunan yang saleh yang beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala dan membantu urusannya, istrinya yang bernama Sarah pun mengetahui apa yang diharapkan suaminya sedangkan dirinya mandul, maka Sarah memberikan budaknya yang bernama Hajar kepada Ibrahim agar suaminya memiliki anak darinya. KisahNabi Adam, Malaikat dan Awal Mula. Assalamualaikum. Ilustrasi. (Foto: Freepik) NABI Adam Alaihissalam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Beliau menjadi orangtua dari seluruh umat manusia di dunia. Ada beberapa hadis yang memberitahukan tentang sosok Nabi Adam. Mengutip buku 'Hadis Qudsi' Karya Mohammad . Anda pasti ingat dan hafal rukun iman bukan? Hanya saja, rukun iman yang enam itu tidak sekedar untuk diingat dan dihafalkan saja. Tiap-tiap rukun harus dimengerti tentang makna, hakikat, konsekuensi, dan buah manfaat darinya. Salah satu konsekuensi dari beriman kepada nabi dan rasul adalah mencintai mereka secara global maupun terperinci. Sebab, nabi dan rasul yang tidak disebutkan namanya di dalam Al Qur’an maupun hadits shahih. Hanya sebagian kecil saja dari mereka yang kita kenal namanya. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda “Para rasul jumlahnya 315 orang.” Hadits Abu Umamah radhiallahu anhu, dishahihkan Al Albani rahimahullah dalamAs Shahihah6/358 Jumlah para nabi lebih banyak lagi. Dalam beberapa riwayat disebutkan, bahwa jumlah mereka mencapai a’lam. Pernah mendengar seorang nabi bernama Daniyal? Sebagai seorang nabi dari Bani Israil, beliau dikenal di dalam ajaran Yahudi dan Nasrani. Hidup di rentang waktu antara masa nabi Musa dan masa nabi Isa. Oleh para pengikut gereja, Daniyal sering dibuatkan atribut sebagai seseorang yang berada di dalam gua dengan singa-singa ada di dekatnya. Al Hafidz Ibnu Katsir menyebutkan sebuah riwayat di dalam Qashashul Anbiya’tentang hal ini. Saat itu, Raja Bukhtanassar menjatuhkan perintah agar dua ekor singa ditangkap dan dimasukkan ke dalam sebuah lubang besar. Kemudian Daniyal dimasukkan juga ke dalam lubang tersebut. Namun, kedua ekor singa tersebut sama sekali tidak a’lam. KUBURAN DANIYAL? Di manakah Daniyal dimakamkan? Ada yang berpandangan bahwa nabi Daniyal dikuburkan di sebuah makam kuno yang terletak di Benteng Kirkuk di kota Kirkuk di Irak. Sebuah makam lain di Susa, Iran, juga diklaim sebagai makam Daniyal. Selain itu juga, sebagian masyarakat Mesir meyakini bahwa makam Daniyal terletak di Alexandria, Mesir. Bahkan, ada yang menyangka nabi Daniyal dimakamkan di Samarqand, Uzbekistan. Menurut sejarah Islam, dimanakah Daniyal dimakamkan? JASAD DANIYAL DI BENTENG TUSTAR Kisah menakjubkan! Kisah yang bertutur tentang kekuasaan dan qudrah Allah Jalla wa Ala. Tahun 17 Hijriyah. Empat tahun sudah umat Islam ditinggalkan oleh Nabi tercinta, Muhamamd bin Abdillah shalallahu alaihi wa sallam. Kepemimpinan dan kekhilafahan berada di tangan shahabat mulia,khalifah rasyid Umar bin Al Khaththab. Pada masanya, keadilan menjadi nafas kehidupan umat Islam. Harta dan kekayaan melimpah. Banyak orang yang kemudian memeluk ajaran Islam. Pasukan dan tentara-tentara Allah memenuhi penjuru dunia sambil membawa kedamaian. Negeri demi negeri, diikuti dengan wilayah-wilayah luas telah ditaklukan. Benarlah berita-berita kenabian yang disabdakan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam tentang kemenangan di zaman mendatang. Tahun 17 Hijriyah. Pasukan Islam berhasil menaklukan negeri Tustar. Tustar adalah kota indah nan megah di daratan Persia. Benteng Tustar terkenal dengan kekokohannya. Terletak di atas pegunungan dekat sungai Dujal yang besar. Di atasnya dibangun sebuah bendungan besar pada masa Raja Sabur. Air bendungan dialirkan dari atas gunung melewati terowongan-terowongan bawah tanah. Begitu kokohnya benteng Tustar, sampai-sampai sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa Benteng Tustar adalah benteng dengan tembok terbesar pertama yang pernah dibangun di atas muka bumi. Benteng Tustar dikelilingi oleh parit-parit yang dalam dan lebar. Sebagian ahli sejarah menyebutkan bahwa Benteng Tustar dikepung oleh kaum muslimin kurang lebih selama setahun setengah. Cukup lama dan sulit memang untuk menaklukan Benteng Tustar. Keajaiban pun muncul. Benar-benar pertolognan Allah dari langit! Setelah beberapa pahlawan besar Islam berguguran semisal Al Bara’ bin Malik, muncul seseorang dari dalam Benteng Tustar menawarkan sebuah perjanjian. Ia akan memberikan keterangan dan rute untuk masuk ke dalam Benteng melalui terowongan dan lorong-lorong air. Namun, sebagai imbalannya ia meminta jaminan keselamatan untuk dirinya dan keluarganya. Dan pasukan Islam pun bergerak cepat. Senyap namun teratur. Sekelompok pasukan pilihan dibawah komando Majza’ah bin Tsaur berhasil melewati lorong-lorong air yang penuh liku dan aral. Hingga mereka berhasil membuat serangan dadakan dari dalam benteng. Benteng Tustar pun jatuh ke pangkuan kaum muslimin. Hurmuzan, panglima tertinggi pasukan Persia dapat MAKAM DANIYAL MENURUT SEJARAH ISLAM Al Hafidz Ibnu Katsir menjelaskan dalam Al Bidayah Wan Nihayah 60, Abul Aliyah bercerita, “Pada saat menaklukan daerah Tustar, kami mendapatkan sebuah ranjang tidur di rumah Al Hurmudzan. Di atas ranjang tersebut ada sesosok jenazah. Di samping kepalanya terdapat sebuah kitab. Lalu kami mengambil kitab tersebut, kemudian menyampaikannya kepada Umar bin Al Khaththab. Selanjutnya, Umar memanggil Ka’ab dan memintanya untuk mentranskrip dalam bahasa Arab. “Akulah orang Arab pertama yang membacanya. Aku baca seperti halnya aku membaca Al Qur’an.” Ujar Abul Aliyah. Ada yang bertanya kepada Abul Aliyah, “Apa yang disebutkan dalam kitab tersebut?” “Perjalanan hidup kalian, perkara dan kesalahan berbicara kalian, serta hal-hal yang akan terjadi.” Abul Aliyah menerangkan. Lalu, berdasarkan saran dan masukan para shahabat nabi, jasad nabi Daniyal harus dimakamkan di sebuah kuburan yang tersembunyi. Tidak boleh seorang pun mengetahui di manakah letak makam beliau. Pada siang harinya sejumlah orang yang dipercaya menggali 13 lubang pada tempat yang berbeda. Saat tiba malam hari, mereka mengubur jenazah tersebut dengan meratakan ketigabelas lubang yang digali agar tidak diketahui oleh semua orang. Itu semua dilakukan karena dikhawatirkan akan dibongkar orang. Menurut riwayat ini; dahulu kala, apabila langit tidak menurunkan hujannya, mereka mengeluarkan jenazah nabi Daniyal dengan ranjang tidurnya. Lalu hujan pun turun untuk mereka. Walaupun telah berumur ratusan tahun, jasad nabi Daniyal tidak mengalami perubahan atau kerusakan kecuali beberapa helai rambut belakangnya. Sesungguhnya jasad para nabi tidak dihancurkan bumi, juga tidak dimakan binatang buas. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda di dalam hadits Aus bin Aus radhiallahu anhu “Sesungguhnya Allah azza wa jalla mengharamkan bumi untuk menghancurkan jasad para nabi.” Dishahihkan Al Albani di dalamAsh Shahihah4/32. Kisah di atas, tentang ditemukannya jasad Daniyal di Benteng Tustar lalu dimakamkan di tempat yang tersembunyi, dishahihkan oleh Al Hafidzh Ibnu Katsir. MAKAM DANIYAL DAN MAKAM PARA WALI? Perhatikanlah bimbingan para shahabat. Pada saat mereka menemukan jasad tersebut, mereka tidak lantas menjadikan tempat tersebut sebagai tempat ziarah. Mereka tidak membuatkan bangunan di atasnya, juga tidak membenarkan perbuatan orang-orang Persia yang menggunakan jasad tersebut untuk memohon hujan. Yang mereka lakukan justru menutup cerita. Menghilangkan kuburnya dan memutus urat nadi fitnah. Andai saja cara berfikir orang Yahudi yang ditempuh, tentu mereka akan segera mengagungkan tempat tersebut, menjadikannya sebagai tempat beribadah, dan menetapkan acara tahunan untuk berziarah. Berbeda halnya dengan keadaan sekitar kita bukan? Saudaraku pembaca, marilah kita ambil sebuah contoh. Makam Syiah Kuala Abdurrauf Singkel atau Abdurrauf Fansuri yang terletak di daerah Nanggroe Aceh Daarussalam. Setelah rusak terkena bencana tsunami beberapa waktu yang lalu, kini makam itu kembali dipugar. Lebih indah dan bertambah mewah. Semua dilakukan dengan menelan biaya besar. Manakah yang lebih baik dan lebih tinggi derajatnya? Seorang nabi bernama Daniyal ataukah seseorang yang dikenal sebagai Syiah Kuala? Siapakah yang lebih cinta dan memahami tentang ajaran Islam? Para shahabat yang masih hidup ketika jasad nabi Daniyal ditemukan, ataukah pihak-pihak yang memperjuangkan agar Syiah Kuala dibangunkan makamnya? Mengapa penglihatan, pendengaran dan hati mereka tidak dipergunakan untuk tunduk pada bimbingan generasi terbaik umat ini?!!! Padahal masih banyak dan tidak terbilang jumlahnya, situs-situs bersejarah yang dipugar dan dilestarikan. Entah itu berupa makam raja-raja, makam kesultanan, makam wali, atau tempat-tempat pemujaan kepada selain Allah. Kami berlepas diri dari perbuatan semacam itu, ya Allah. DANIYAL, SANG NABI Pembaca, hanya Allah saja yang mengetahui secara tepat, berapakah jumlah para nabi yang pernah diutus untuk umat manusia di atas muka bumi. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman “Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu pula kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud. ”Dan Kami telah mengutus rasul-rasul yang sungguh Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.” QS. An Nisa 163-164 Dari sekian banyak nabi yang dapat kita ketahui adalah Daniyal. Semoga keselamatan untuk Daniyal alaihissalam sang muwaffiq. Sumber Majalah Qudwah edisi 4 Vol. 1 1434 H/2013 M hal. 12 – 16. Penulis Ustadz Abu Nasim Mukhtar Dari ribuan nabi yang diturunkan Allah Swt, terdapat salah satu nabi yang kisahnya cukup menarik. Dialah Nabi Daniel yang diturunkan untuk membimbing kaum Bani Israil. Akan tetapi, makamnya harus disembunyikan dari semua orang untuk mencegah kemusyrikan. Dikisahkan, Nabi Daniel gugur dalam perjuangan jihadnya melawan bangsa Tartar di daerah Hurmuzan. Akan tetapi, jasad Nabi Daniel baru ditemukan 300 tahun kemudian oleh sahabat Abu Musa Al-Asy'ari di Baitul Mal, Hurmuzan. Uniknya, meski Nabi Daniel telah meninggal selama ratusan tahun, jasadnya sama sekali tidak rusak dan tidak membusuk sedikit pun sehingga dapat langsung diidentifikasi. Adalah Abu Musa Al-Asy'ari yang ketika menemukan jasad tersebut langsung mengirim sebuah surat kepada sahabat Umar bin Khattab yang waktu itu menjadi khalifah. baca juga Pimpinan KPK Benarkan Eks Wali Kota Cimahi Jadi Tersangka Lagi 5 Fakta Juru Bahasa Isyarat Winda Utami, Bekerja Sambil Berjoget Lagu Ojo Dibandingke Anies Klaim 85 Persen Rumah Tinggal di Jakarta Bebas Pajak Mendapat kabar penemuan jasad dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari, Umar bin Khattab lantas membalasnya dan memerintahkan agar jasad itu disembunyikan dari orang-orang. Ibnu Taimiyyah menjelaskan balasan surat Umar bin Khattab itu, "Pada siang hari, galilah 13 lubang kubur kemudian makamkanlah pada malam hari di salah satu lubang tersebut. Sembunyikan kuburannya agar tidak menimbulkan fitnah disembah-sembah dan dikeramatkan oleh manusia.” Kisah ini juga diriwayatkan oleh Ibu Abi Syaibah dari sahabat Anas, "Tatkala mereka Abu Musa Al-Asy’ari menaklukan Tustur, mereka menemukan jasad seseorang yang hidungnya panjang. Penduduk Hurmuzan beristi'anah meminta bantuan dan meminta hujan dengan perantara jasad tersebut. Abu Musa pun segera menulis surat yang ditujukan kepada sahabat Umar bin Khattab. Umar lantas membalas surat tersebut, "Sesungguhnya jasad itu adalah nabi di antara para nabi. Api tidak akan membakar jasad para nabi dan bumi tidak akan merusaknya. Hendaklah engkau dan salah seorang sahabatmu menguburkannya di tempat yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali kalian berdua." Kemudian aku dan Abu Musa Al-Asy’ari pergi untuk menguburkannya.” HR. Ibnu Abi Syaibah dengan sanad sahih Sementara itu, Ibnu Katsir mengatakan bahwa jasad yang ditemukan itu jelas Nabi Daniel. Hal itu dibuktikan dari waktu kematian dan kabar mengenai kapan masa hidupnya. Dalam Al-Bidayah Wan Nihayah dikatakan oleh Ibnu Katsir, "Waktunya perkiraan lamanya meninggal dekat dengan waktu kehidupan Nabi Daniel. Jika begitu, bisa dipastikan itu adalah Nabi Daniel karena sesuai dengan perkiraannya lama meninggal dan waktu ditemukan jasadnya." Sedangkan dalam riwayat lain, Al-Baihaqi berkata, "Dari Khalid bin Dinar dari Abu 'Aliyah, "Aku berkata kepada Abu Aliyah, Apa yang kalian lakukan pada jasad Nabi tersebut?’. Abu 'Aliyah menjawab, 'Kami menggali kubur di sungai airnya dibendung dahulu sebanyak 13 lubang kubur yang terpisah-pisah. Ketika malam hari, kami menguburkannya dan kami ratakan semua kubur tersebut agar orang-orang tidak mengetahui dan tidak menggalinya kembali." Wallahu a'lam.[] Suatu saat, Raja Nebukadnezar[1] datang ke Baitul Maqdis dari negeri Syam. Dia membunuh orang-orang Bani Israil dan merebut secara paksa kota Baitul Maqdis serta menawan banyak orang dari mereka. Di antara mereka yang ditawan adalah Nabi DanialSebelumnya, Raja ini didatangi oleh para ahli nujum peramal dan orang-orang cendekia saat itu. Mereka mengatakan kepadanya, “pada malam ini dan ini, akan dilahirkan seorang bayi yang nantinya akan menghinakan dan menghancurkan kerajaanmu.”Maka Raja itu bersumpah, “Demi Allah, tak ada seorang bayi pun yang lahir pada malam itu kecuali akan aku bunuh.” Maka mereka membunuh semua bayi yang lahir kecuali Danial; mereka membawa dan membuangnya ke hutan yang terdapat singa di dalamnya. Maka ada singa jantan dan singa betina yang mendekatinya, dan keduanya hanya menjilati Danial dan tidak datanglah ibu Danial, dan dia mendapatkan dua singa itu sedang menjilatinya, lalu Allah pun menyelamatkannya. Para cendekiawan daerah itu berkata, “Maka Danial mengukir pada batu cincinnya gambar dirinya beserta dua singa itu yang sedang menjilatinya, agar dia tidak lupa akan nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya itu.” Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya dengan sanad hasan.Dalam redaksi riwayat lain disebutkanJauh setelah Nabi Musa meninggal dunia, ada seorang nabi pada masa Bani Israil yang dipanggil Danial alaihissalam. Dia didustakan oleh kaumnya, bahkan akhirnya dia diciduk oleh raja yang berkuasa saat itu dan dilemparkan ke hadapan beberapa ekor singa yang sengaja dibuat lapar di dalam sebuah Allah ta’ala melihat bagusnya tawakalnya dan kesabarannya demi menuntut sesuatu yang ada di sisiNya, maka Allah mencegah mulut-mulut singa itu untuk memangsanya bahkan sampai Danial berdiri dengan kedua kakinya di atas kepala singa-singa yang sudah tunduk dan tidak lagi membahayakan itu. Kemudian Allah ta’ala mengirim Irmiya dari Syam sehingga Danial dapat terbebas dari kesulitan ini dan menumpas orang yang ingin membinasakan Abdullah bin Abi al-Hudail, dia berkata, “Nebukadnezar telah melatih dua singa untuk berburu dan meletakkannya di dalam sebuah sumur. Kemudian dia menggiring Danial dan melemparkannya pada binatang tersebut. Tetapi kedua singa itu tidak menerkamnya. Maka Danial tinggal di dalam sumur dalam jangka waktu yang dikehendaki Allah. Lalu dia ingin makan clan minum sebagaimana manusia lainnya. Maka Allah ta’ala memerintahkan melalui wahyu kepada Irmiya[3] yang saat itu berada di Syam, untuk menyediakan makanan dan minuman untuk Danial. Maka dia berkata, Ya Rabbi, aku sekarang berada di tanah suci Baitul Maqdis, sementara Danial berada di kota Babilonia di tanah Irak.’ Lalu Allah mewahyukan lagi kepadanya, Siapkanlah apa yang telah Aku perintahkan kepadamu; karena Aku akan kirim utusan yang akan membawamu ke sana beserta apa yang kau persiapkan.’ Akhirnya Yeremia pun melaksanakan perintah tersebut dan Allah mengirim utusan yang membawanya serta makanan yang dipersiapkannya, hingga dia sampai di depan mulut sumur tersebut. Lalu Danial berkata, Siapa ini?’Yeremia menjawab, Aku Irmiya.’Danial berkata, Kenapa kau datang kemari?’Irmiya menjawab, Aku diutus oleh Tuhanmu untuk menemuimu.’Danial berkata, “Apakah Dia menyebut namaku?” Irmiya menjawab, Ya.’Danial berkata, Segala puji bagi Allah yang tidak melupakan orang yang mengingatNya. Segala puji bagi Allah yang tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadaNya. Segala puji bagi Allah yang barangsiapa bertawakal kepadaNya, niscaya Dia akan memberi kecukupan kepadanya. Segala puji bagi Allah yang barangsiapa menaruh kepercayaan penuh kepadaNya, niscaya tidak akan Dia pasrahkan urusannya pada yang lain. Segala puji bagi Allah yang telah membalas kebaikan dengan kebaikan dan membalas keburukan dengan ampunan. Segala puji bagi Allah yang telah membalas kesabaran dengan keselamatan. Segala puji bagi Allah yang telah menyingkap kesulitan kita setelah ditimpa musibah. Segala puji bagi Allah, Dia-lah yang kami percayai, ketika kami berprasangka buruk atas amalan-amalan kami. Segala puji bagi Allah, Dia-lah harapan kami, ketika semua cara tertutup di hadapan kami.”Foot Note[1] Nebukadnezar 604-561 SM, Raja Babilonia, dia menyerang Mesir, menaklukkan kota Yerussalem al-Quds, dan membakarnya, serta menampung keluarga Judas di Babilonia al-Munjid.Sumber Muslimahdaily - Ada banyak nabi yang namanya tak ada dalam deretan 25 Nabi. Nabi Daniyal Daniel hanyalah salah satunya. Ada kisah menarik dari sang nabi tentang kehidupannya di negeri Babilonia. Berikut kisahnya. Suatu hari Raja Babilonia, Nebukadnezar bermimpi melihat sebuah patung raksasa. Patung itu berkepala emas, lengannya dari perak, tubuhnya dari tembaga, dan kakinya dari besi. Namun patung itu hancur berserakan hanya karena sebuah batu. Sang raja pun penasaran dengan mimpinya. Ia lalu mencari para penafsir mimpi di seluruh penjuru negeri. Namun tak ada satu pun yang bisa menafsirkannya. Singkat cerita, ia mengetahui seorang pemuda bernama Daniyal yang pandai menafsirkan mimpi. Dibawalah sang nabi ke hadapan raja. Nabi Daniyal kemudian menafsirkan mimpi tersebut bahwasanya patung itu merupakan tanda penguasa yang akan silih berganti. Emas merupakan Babilonia yang kemudian akan hancur digantikan Kerajaan Persia sebagai perak, lalu Kerajaan Yunani sebagai tembaga, dan Kekaisaran Romawi sebagai besi. Namun seluruh penguasa itu akan berakhir dengan kehancuran. Jawaban Nabi Daniyal pun memuaskan raja. Ia kemudian diangkat menjadi penasihat kerajaan. Namun kecerdasan Nabi Daniyal membuat perangkat kerajaan merasa iri dan dengki. Mereka pun membuat beragam fitnah tentang Nabi Daniyal. Raja dipengaruhi agar mempercayai fitnah tersebut dan membenci penasihatnya. Makar itu pun berhasil, Nabi Daniyal dihadapkan pada hukuman raja. Sebuah lubang besar dibuat para pengawal kerajaan. Dua ekor singa kemudian di taruh di dalamnya. Raja kemudian memerintahkan para pengawal untuk memasukkan Nabi Daniyal ke lubang singa. Singa-singa yang lapar itu mengaum melihat mangsa. Namun keajaiban datang dari Allah Ta’ala. Tiba-tiba dua ekor singa itu terdiam dan mengatupkan mulut mereka. Bagai bertemu majikan, singa itu menjilati Nabi Daniyal layaknya hewan peliharaan. Baca Juga Kisah Rasulullah Tentang Sebuah Bahtera Yang Berlubang Dua ekor raja hutan tersebut menjadi sangat patuh pada sang nabi. Allah lah yang memerintahkan kepada singa. Rabb pula yang mengabulkan doa Nabi Daniyal yang meminta perlindungan. Namun masalah lain datang. Berhari-hari Nabi Daniyal ada di lubang bersama dua ekor singa. Tak ada makanan ataupun minuman di sana. Sang nabi pun kelaparan dan kehausan tak terkira. Allah lalu memberikan keajaiban lain kepada manusia pilihan-Nya. Diutuslah Nabi Yeremia, nabi Allah lain yang ada di Yerusalem, untuk mengirimkan makanan kepada Nabi Daniyal. Namun saat menerima perintah tersebut, Yeremia kebingungan, “Ya Rabb, saya ada di Yerusalem Palestina, sementara Daniyal Ada di Babel Babilonia, sekarang Irak.” Allah kemudian berfirman, “Lakukanlah yang Aku perintahkan, akan Kukirimkan sesuatu yang membawamu ke sana.” Benarlah, sesuatu entah apa itu, tak disebutkan dalam kisah, membawa dengan cepat tubuh Nabi Yeremia dari Yerusalem ke Babilonia. Membawa beragam makanan, Nabi Yeremia pun menyapa dari atas lubang. Betapa terkejutnya Nabi Daniyal melihat sosok nabi lain di atas lubang. “Siapakah itu?” tanya Nabi Daniyal. “Saya Yeremia. Tuhan mengutusku kepadamu,” jawabnya seraya memberikan makanan dan minuman kepada Daniyal. Keduanya pun bercakap dan tak henti mengagungkan kuasa-Nya. Nabi Daniyal pun mengungkapkan rasa syukur yang tak terkira atas dua keajaiban yang ia terima. “Segala puji bagi Allah yang tak pernah melupakan hamba-hamba-Nya, Dia menghalau bahaya setelah kesulitan, mengganti kesabaran dengan keselamatan, melapangkan saat kesusahan dan memberikan harapan saat putus asa.” Demikianlah kisah Nabi Daniyal, nabi yang namanya disebut dalam Al Kitab. Meski Al-Qur’an tak menyebut nama beliau, para shahabat Rasulullah pernah menemukan naskah suci bersama dengan jasad sang nabi. Baca Juga Kisah Nabi Syamil, Nabi Bijak Penyelamat Bani Israil Penemuan itu terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khaththab. Shahabat Abu Musa Al Asy’ari lah yang menemukan naskah, jenazah beserta barang-barang lain milik Nabi Daniyal. Naskah suci itu diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab oleh Abu Khalid bin Dinar. Setelah itu, naskah tersebut diserahkan kepada Khalifah Umar. Barang lain yang ditemukan yakni cincin berukiran gambar dua ekor singa. Cincin ini disebut-sebut sebagai pengingat Nabi Daniyal atas pertolongan Allah kepadanya. Adapun jasad Nabi Daniyal dimakamkan secara rahasia. Hal ini diperintahkan Umar agar manusia tak menjadikan makamnya sebagai sesembahan dan sumber kesyirikan. Kepada Abu Musa Al Asy’ari, Umar memerintahkan, “Sesungguhnya jasad ini adalah nabi di antara para nabi. Api tidak akan membakar jasad para Nabi dan bumi tidak akan merusaknya. Karena itu, hendaklah kau dan seorang sahabatmu menguburkannya di tempat yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali kalian berdua.” Hingga kini, makam Nabi Daniyal masih menjadi rahasia. Shahabat tak pernah mengungkapkan lokasinya kepada siapa pun. Meski demikian, saat ini cukup banyak negara yang mengklaim memiliki situs makam Nabi Daniyal. Bahkan ada enam kota yang mengakui menyimpan tubuh sang nabi. Allahu a'lam bisshawab.

kisah nabi danial alaihissalam